Gayo Wine
Aceh Tengah · 1.500 mdpl
Anggur hitam, gula aren, cokelat pekat. Fermentasi lambat 30 hari.
Est. 2019 · Sangrai Kecil, Rasa Besar
Kami menjemput biji terbaik langsung dari kebun rakyat di Gayo, Toraja, Kintamani, dan Bajawa — lalu menyangrainya perlahan di lumbung tua kami di kaki Gunung Puntang.
Tahun 2019, dua sepupu — Raka dan Laras — pulang kampung ke Pangalengan dan menemukan petani tetangga hendak menjual biji arabikanya seharga sayur. Padahal di lidah, biji itu manis seperti gula aren dengan sisa rasa jeruk limau.
Karung pertama itu kami sangrai di wajan tanah liat milik nenek. Hari ini, Kopidesa bermitra dengan 214 keluarga petani di enam daerah, membeli dengan harga 30–40% di atas pasar, dan menyangrai semuanya tetap dengan satu prinsip: pelan-pelan saja.
Kedai pertama · di tengah kebun
Jl. Raya Gunung Puntang KM 4,Setiap hari · 07.00 – 21.00
Rumah tua 1962, halaman rindang
Jl. Bukit Dago Utara No. 18,Setiap hari · 08.00 – 22.00
Cabang perantauan · sejak 2024
Jl. Kemang Selatan VIII No. 5,Setiap hari · 08.00 – 23.00
“Gayo Wine-nya bikin saya berhenti langganan kopi impor. Serius.”
— Dimas A., barista rumahan, Jakarta
“Sejak jadi mitra Kopidesa, panen saya tidak pernah lagi dihargai seperti sayur.”
— Pak Undang, petani mitra, Pangalengan
“Kedai Puntang itu tempat terbaik untuk tidak melakukan apa-apa.”
— Sari N., pelanggan tetap, Bandung
Pesan biji segar atau mampir ke kedai terdekat.